Food Court Tenabang, Oase di Tengah Kepadatan Tanah Abang

Nederlands: Repronegatief. Batavia, Pasar Tana...

Nederlands: Repronegatief. Batavia, Pasar Tanah Abang (Photo credit: Wikipedia)

Tanah Abang–Setiap hari Pusat Grosir Tanah Abang dipadati hampir sekitar 200.000 orang. Itu di hari-hari-biasa. Menjelang Ramadhan atau memasuki bulan puasa jumlah pengunjung yang datang ke pusat  grosir terbesar di Asia Tenggara ini bisa mencapai  5 kali lipatnya, bahkan lebih, itu karena pengunjung yang berdatangan bukan dari Jakarta dan sekitarnya saja, tetapi juga dari Malaysia, Afrika Selatan, dan berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Mereka menyerbu Tanah Abang karena menjelang bulan suci itulah dagangan laris di daerah atau di negara asalnya, maklum mau menyambut lebaran, orang belanja seperti kesetanan, soal harga pun tak rewel lagi.

Nah, dalam keramaian itu, cape pasti sangat terasa, juga haus dan lapar. Kalau sudah begitu makanan dan minuman pasti menjadi sasaran, tapi awas tak di semua blok di Pusat Grosir Tanah Abang pedagang makanan dan minuman bisa bebas berjualan. Di Blok A yang punya 20 lantai, yakni lantai  B3, B2, B1, SLG, LG, G, 1,2, 3, 3A, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 12A dan lantai atap dengan hampir 8.000 kios ini, pedagang makanan dan minuman hanya bisa ditemukan di lantai SLG dan LG, itupun di dekat Pintu Timur dan makanannya hanya kue basah atau kering saja, tak ada Nasi Padang, Soto Betawi atau Sate kambing Madura.  Di lokasi lain pedagang makanan dan minuman tak diperbolehkan menggelar atau menjajakan dagangan, kecuali satu-satu dekat eskaltor, tapi umumnya hanya menjual minuman.

Namun pengelola, PT Priamanaya Djan International, mengerti kebutuhan pengunjung dan tenantnya. Mereka menyediakan tempat khusus di lantai 8 yang disebut Food Court Tenabang.  Areanya luas, tempat duduknya banyak, makanan dan minumannya beragam, namun yang paling menyenangkan adalah kebersihan, keapikan dan keasriannya. Memang tak seindah dan senyaman resto ternama, atau restoran dan lounge di hotel-hotel berbintang, tapi untuk tempat makan di Pusat Grosir Tanah Abang rasanya sudah sangat memadai, apalagi kalau mengingat betapa joroknya tempat-tempat makan di kaki 5-nya atau di pinggir Kali Krukut yang mengalir membelah Blok C dan Blok F.

Toilet Food Court Tenabang juga bersih, wastafel banyak di sediakan di sudut-sudut tertentu, lantainya juga rutin dipel sampai beberapa kali sehari dan AC-nya cukup terasa, lampunya pun  terang, namun yang paling seru adalah makanan dan minumannya yang benar-benar beragam.

Apa yang Anda mungkin rindukan tersedia di sini. Tentu tidak semua, tapi lumayanlah. Ada sop kaki sapi dan soto sapi Dudung, rawon setan Mbak Endang Surabaya, warkop Bang Mi’un, aneka gorengan, Nasi Padang Simpang Raya, Prazmanan yang makanannya disusun seperti warteg atau jamuan makan di pesta pernikahan, ayam A&W, KFC, Texas Chicken, CFC, nasi uduk Kebon Kacang, sate Mak Syukur Padangpanjang, mie Menteng, soto sulung Pak Arifin resep asli bumbu Medan, sop buntut khas Jakarta, rujak, tahu gejrot, soto mie Jakarta, mie ayam, bakso, surabi Bandung, bakso Sukowati Solo, rujak cingur, nasi tangkur, ulam Betawi, nasi bebek, nasi timbel, soto ayam Ambengan, tongseng Solo, ayam tulang lunak, siomay, batagor, gado-gado, ketupat sayur, bebek kremes dan banyak lagi.

Minumannya juga beragam, dari sop buah, cendol  beras, tajil, es kelapa, es cincau, capuccino, coffee mix, kopi, teh manis, coca cola dan saudaranya sprite fanta, es teh manis, es duren, teh botol, es campur, es duren, es goyobod Bandung, es oyen, es doger, kolak ungu Kalimantan  dan banyak lagi.

Semua siap melepaskan dahaga para pengunjung. Soal harga memang sedikit lebih mahal dibanding di luar, Soto Betawi misalnya Rp28.000 ribu seporsi, teh botol Rp10.000 sebotol, es campur atau kolak dingin Rp10.000, es teh manis Rp4.500, teh manis hanagat Rp5.000 segelas coffee mix Rp5.000 secangkir. Tapi tentu saja harga-harga ini diabaikan saja oleh mereka yang sudah kelaparan dan kehausan mengitari setiap lantai di Tanah Abang, buktinya setiap jam makan siang Food Court Tenabang padat luber, sampai banyak yang berdiri dengan sabar agar bisa gantian duduk, padahal kursinya ratusan unit banyaknya!

Tanah Abang, Jakarta

Tanah Abang, Jakarta (Photo credit: zulrosle)

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s