Bertahan di Kali Bau

Nederlands: foto. Kali Tanah Abang, Batavia

Nederlands: foto. Kali Tanah Abang, Batavia (Photo credit: Wikipedia)

English: Tanah Abang Market. One of the city's...

English: Tanah Abang Market. One of the city’s flood canals bisects the old and new buildings of Tanah Abang. On the right is motorcycle parking, right next to the shops. Bahasa Indonesia: Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat (Photo credit: Wikipedia)

Nederlands: Foto. Album beslaat souvenir foto'...

Nederlands: Foto. Album beslaat souvenir foto’s van Java. Brug over de Tanah Abang rivier in Batavia (Photo credit: Wikipedia)

Nederlands: Foto. Album beslaat souvenir foto'...

Nederlands: Foto. Album beslaat souvenir foto’s van Java. gezicht op Tanah Abang in Batavia (Photo credit: Wikipedia)

Nederlands: Foto. De wijk Tanah-Abang gelegen ...

Nederlands: Foto. De wijk Tanah-Abang gelegen ten westen van het Bisschopsplein. (Photo credit: Wikipedia)

Tanah Abang—Pedagang di Blok F, Pasar Grosir Tanah Abang, terutama yang di sisi barat, baik yang di lantai bawah maupun lantai atas, tergolong memiliki organ pernafasan yang prima. Kenapa? Karena mereka mampu bertahan berdagang selama kurang lebih 12 jam dalam aroma busuk kali butek yang melewati bagian dalam pasar tersebut.

Kali yang selalu tampak gelap karena berada dalam naungan bangunan pasar tersebut adalah kali Krukut, yang mengalir dari Jawa Barat menuju Teluk Jakarta. Menurut Amiruddin alias Tatang, warga Jl. Lontar, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, dulu Kali Krukut itu sangat bersih dan jernih, arusnya juga lancar. “Saya masih ingat mandi-mandi di sana dengan teman-teman, kami bikin rakit batang pisang dan menghilir mengikuti arus sungai, kini menyentuh airnya aja jijik,” katanya mengenang

Kini Kali Kurukut tu hampir sama kondisinya dengan Kali Sunter, meski sedikit lebih rendah levelnya, karena airnya di bagian yang terang masih kelihatan abu-abu, sementara Kali Sunter kan hitam legam, tapi keduanya sama saja, tak mengalir, disesaki sampah dan mengumbar aroma yang sangat busuk. Saat mencoba lewat di situ perut saya langsung mual dan seluruh isinya meronta minta keluar. Apalagi bagian yang di seberang Jl. Kebon Jati, lebih parah lagi baunya, tapi toh ada orang yang tinggal di bawah jembatan di bantaran kali tersebut.

Dan pedagang dan pembeli seperti tak merasakannya, mereka terus saja beraktivitas, transaksi jual beli tetap saja berlangsung seolah-olah tak ada gangguan apa-apa, bahkan saat jam makan siang, para pedagang, porter dan pengunjung santai saja makan minum dan merokok. Begitupun pembeli dan pengunjung yang mengaso di pelataran Pintu Barat Blok B, yang lokasinya di seberang kali tersebut. Mungkin hidung mereka dipasangi saringan, atau mereka bernafas lewat anus? Tak tahulah, yang jelas kondisi itu benar-benar ajaib rasanya.

Maka saya  jadi tergerak untuk bertanya. Jawabnya: “Ya mau gimana lagi Bang? Saya dapat lapak buat dagangnya di sini sih, di depan lebih mahal,” kata Suardi, pedagang kantauan aneka kaos. “Terpaksa diitahan saja, awalnya dulu juga nggak tahan, tapi sekarang udah nggak tercium tuuu,” tambah pemuda asal  Surian, Solok Selatan ini santai.

Pemilik rumah makan di seberang Blok F atau dekat pertigaan Kebon jati – Jati Bunder  yang lokasi rumah makannya agak dekat ke kali butek itu juga terkesan tak tergangggu. “Kalau dipermasalahkan ya masalah Bang, tapi kalau dijalani saja takkan terganggu lagi tuh, habis mau apa lagi? Pemda sepertinya juga tak peduli,” katanya cuek.

Pihak Kecamatan Tanah Abang dan Kelurahan Kebon Melati belum sempat saya tanyai, tapi sepertinya tak mungkin mereka cuek beibeh, karena Tanah Abang adalah asset DKI yang sangat bernilai, tak mungkin dibiarkan membusuk begitu rupa, karena yang datang ke Tanah abang bukan hanya pembeli, tetapi juga wisatawan dari berbagai negara. Tak mungkin mereka suka kali bau itu dan Pemda setempat juga takkan mungkin suka menyajikannya untuk tamu-tamu itu!

Tapi itulah, faktanya ‘kali yang kau tahu yang mana itu’ alias Kali Krukut, tetap saja menjadi cacat permanen di Pasar Grosir Tanah Abang. Aromanya yang amat busuk sangat mengganggu mata, hidung dan pencernaan! Tak seharusnya dibiarkan seperti itu, karena sungguh melecehkan kemanusiaan kita.

Nederlands: Negatief. Mensen vangen vis in de ...

Nederlands: Negatief. Mensen vangen vis in de vliet van Tanah Abang in Weltevreden, Java (Photo credit: Wikipedia)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s