Los Lambuang Nusantara Blok F Lantai 5

Nederlands: Foto. Chinese graven op Tanah Aban...

Nederlands: Foto. Chinese graven op Tanah Abang, Batavia (Photo credit: Wikipedia)

Nederlands: foto. Kali Tanah Abang, Batavia

Nederlands: foto. Kali Tanah Abang, Batavia (Photo credit: Wikipedia)

Tanahabang—Kalau Blok A punya Tenabang Food Court, maka Blok F Pusat Grosir Tanah Abang punya Los Lambuang Nusantara.

Namanya sebetulnya bukan itu, tapi karena mayoritas pedagang dan yang makan di situ orang Padang–pedagang yang berjualan di Blok F atau pembeli yang berbelanja di Blok F—maka nama itu pas-pas saja kedengarannya, karena suasananya ya seperti di Padang atau Bukittinggi, di mana-mana orang bicara bahasa Padang, hanya kadang-kadang terdengar orang bicara dalam bahasa Sunda atau bahasa Jakarta dialek Betawi.

Los lambuang artinya los makanan. Kita juga mengenalnya sebagai pujasera (pusat jajan serba ada) atau yang lazim di mall-mall food court alias tempat makan, tempat para pedagang makanan berjualan makanan dan minuman dan tempat pembeli berbelanja makanan dan minuman.

Berbeda dengan Tenabang Food Court yang terletak di lantai 8 Blok A, Los Lambuang Nusantara berlokasi di lantai 5 Blok F. Kondisinya juga beda jauh. Los Lambuang Nusantara berlantai semen kasar bukan keramik halus seperti Tenabang Food Court, maklum sebelumnya berfungsi sebagai area parkir, bahkan sampai sekarang di saat orang-orang menyantap makanan dan minumannya mobil dan sepeda motor dari lantai 6 lewat perlahan keluar dari pelataran parkir menuju lantai 4, 3 dan seterusnya.

“Enaknya di sini makanannya beragam, dan hampir semua makanan kampung dari Sumatera Barat ada di sini,” ujar Yoe Sanusi, pemilik toko Baaligo di lantai 2 Blok F1 yang mengaku selalu makan di situ kalau sedang berada di Tanah Abang. “Kalau di Food Court Blok A Tanah Abang kan cuma Prazmanan, Simpang Raya dan Sate Mak Syukur, di sini banyak sampai kalio jariang (gulai jengkol) dan uok patai (ulam petai) ada, yang dijual oleh lebih dari 20-an rumah makan Padang,” tambah Yoe.

“Dan yang paling utama,” kata Aldi, pedagang dari lantai 1 Blok F, “di sini boleh merokok, di Blok A mana boleh,” katanya sambil menghembuskan asap Jie Sam Soenya.

Mereka tak peduli lantai kasar Los Lambuang Nusantara itu, atau udaranya yang panas karena tak ada AC atau kipas angin. Sirkulasi udara yang mulai tersendat karena bengkalai pekerjaan PD Pasar Jaya membuat ruang terbuka di salah satu sisi lantai parkir tersebut tertutup terpal sehingga angin tak leluasa masuk, juga tak mereka permasalahkan. Begitupun para pengamen, pengemis dan pedagang asongan yang setiap saat menyodorkan dagangannya atau tangan ke depan hidung pun tak mengganggu mereka.

“Kalau sudah makan ikan salai rutiang dari Pasisie (ikan salai dari Pesisir Selatan, salah satu kabupaten di Sumatera Barat), segala yang buruk-buruk dan keluhan hilang dari ingatan,” kata Yoe menggambarkan saat makan bersama di RM Pesisir Selatan.

Dari nama-nama kedai makanan dan menu yang disediakan terlihat sekali nuansa Minang atau Padangnya, misalnya saja Sop Datuak Dendeng Batokok, Soto Padang Si Das, Lapau Nasi Buana Raya, RM Di Bao Untuang, RM Makan Pincuran Tujuah, RM Ranah Balingka, RM Pesisir Selatan, Nasi Uwan, Sate Padang Sahabat, RM Buyuang Kuriak, RM Makmeh Talua Dadar Angek dan lain-lain.

Namun sesuai namanya, Los Lambuang Nusantara tak hanya diisi makanan Padang, makanan Sunda juga ada seperti RM Simpati, RM Ibu Mimin, RM Panglaris Bumbu Desa, RM Barokah, RM Reformasi dengan aneka masakan Sunda dan Betawinya seperti soto Betawi, sop buntut, sop iga, pecel lele, pecel ayam , rawon, sayur asem, sayur lodeh, ikan dan ayam bakar, lalapan, pepes dan banyak lagi.

Memang makanan Manado, Banjarmasin, Makassar, Madura, Batak dan Aceh tak ada di sini, tapi itu karena mayoritas pedagang dan pembeli di Los Lambuang Nusantara memang kedua etnis ini, meski etnis Batak juga sudah mulai merajai jual beli di Pusat Grosir Tanah Abang, tapi belum ada yang tampak membuka gerai makanan. Mungkin tak lama lagi akan muncul lapo tuak di situ, siapa tahu. Yang pasti kedai BP (Babi Panggang) memang takkan bisa buka di situ.

Kenyang Digusur

Menurut Dasril, pemilik RM Soto Padang, pedagang yang dituakan di sana, karena telah berkiprah sebagai  pedagang makanan sejak 1976 di Tanah Abang, Los Lambuang Nusantara ini tadinya berlokasi di lantai 3 Blok B lama.”Di situ tahun 1978 tapi hanya 6 bulan karena Blok B terbakar habis tahun itu, kami pedagang makanan diberi tempat penampungan untuk berjualan di depan Blok A lama samping Blok C yang kini menjadi Blok B baru,” katanya.

Menurut Dasril, tempat makan itu sudah kenyang digusur, saking seringnya dia mengaku lupa telah  berapa kali. “Dari depan Blok A lama kami digusur lagi ke lantai 2 Blok F lama di atas jembatan, lalu digusur lagi ke lantai 7 Blok A, trus ke lantai 4 Blok F  lama, trus ke lantai 4 Blok F2, tahun 2003 Blok A, B, C dan D terbakar habis lagi, kami dioper-oper lagi sampai akhirnya tahun 2012 ditempatkan di sini, lantai 5 Blok F lama,” paparnya.

Tapi tahun 2013 ini mereka akan digusur pula, namun masih di lantai yang sama alias hanya digeser. Sebanyak 29 rumah makan yang terdaftar di PD Pasar Jaya sudah disediakan tempat di seberang tempat mereka berdagang sekarang, artinya belasan pedagang baru yang kini berjualan di situ harus pindah karena mereka baru dan digolongkan PKL.

“PD Pasar Jaya sudah membuatkan puluhan kios di lantai bawah untuk pedagang makanan, tapi belum ada kecocokan,” kata Dasril lebih jauh sembari bergegas membuatkan lagi soto Padang dan teh talua (teh telor) pesanan pelanggannya.

Blok A

Blok A (Photo credit: saifulmuhajir)

 

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s