Minggu, Pusat Grosir Tanah Abang Sepi

Nederlands: negatief. Tuin achter het huis van...

Nederlands: negatief. Tuin achter het huis van J.H. Ritman op Tanah Abang Barat 36 in Djakarta (Photo credit: Wikipedia)

Nederlands: Negatief. Mensen vangen vis in de ...

Nederlands: Negatief. Mensen vangen vis in de vliet van Tanah Abang in Weltevreden, Java (Photo credit: Wikipedia)

Tanah Abang—Meski masih banyak orang berkunjung ke Pusat Grosir Tanah Abang Minggu (21/4), tapi untuk ukuran Tanah Abang keramaian tersebut tak ada artinya, karena jumlah pengunjung jauh berkurang.

Di Blok B misalnya, seluruh toko di dari lantai LG ke atas—sampai lantai 11—tutup. Lantai LG yang biasanya ramai sepi mati, pintu penghubung dengan Blok A dari Lantai LG juga ditutup. Hanya Blok A yang tetap buka seluruh lantai, termasuk Tenabang Food Court di Lantai 8, meski toko-toko banyak yang tidak buka.

Blok F, F1 dan F2 tetap buka, tapi banyak juga toko yang tutup dan pengunjungnya tak seramai biasa. Pintu di belakang markas Pemadam Kebakaran Tanah Abang dari sisi Jl. Kebon Jati yang tembus ke Lantai 1 Blok F1, juga tidak dibuka seperti di hari-hari biasa.

Yang makin ramai justru para pengantau (pedagang yang tak punya lapak atau kios), mereka kini bebas berjualan di depan toko-toko yang tutup. “Saya memang tetap jualan hari Minggu Bang, kalau nggak bisa nggak makan saya, berapalah untungnya dagang beginian,” ujar Hendra yang biasa berdagang di depan eskalator Lantai 2 Los DKS Blok F1. Bedanya hari Minggu Hendra, yang kost di Jati Bunder bersama 2 teman lainnya, berjualan di Blok F2.

Hendra mengaku tak bisa ikut berjualan di Blok A. “Nggak berani Bang, belum tahu kiatnya, salah-salah barang jualan saya bisa disita security, mereka tak kenal basa-basi, tegas dan tega, kecuali kita sudah ada komunikasi dengan mereka,” kata Hendra lebih jauh.

Suasana di Blok A memang tidak langsung berubah drastis seperti suasana K-5 di Jl. Kebon Jati, karena walaupun diizinkan berdagang di dekat-dekat elevator tiap lantai, para pengantau itu tetap berdagang dengan tertib. Barang jualannya ditata rapi dan mereka menyapa calon pembeli dengan sopan. “Ayolah Ibuuu, hanya Rp 45.000, muraah….”

Pedagang Libur

Amiruddin, security yang bertugas di Blok F1 mengatakan hari Minggu umumnya pedagang memang memilih libur. “Kalau buka terus kapan lagi hari untuk keluarga Pak, mereka kan juga ingin menikmati suasana bersama anak cucu,” katanya.

Security yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan tokoh masyarakat Tanah Abang Bang H. Ucu Kambing dan juga H. Lulung ini menambahkan, “Yang buka hari Minggu biasanya karyawan toko saja, itupun tidak selalu, karena karyawan kan juga butuh libur.”

Sonya, salah satu pedagang yang buka di Lantai SLG Blok B mengatakan biasanya dia juga tutup hari Minggu, tapi karena ada orderan yang harus dikejarkan terpaksa dia buka juga hari Minggu. “Kalau pengiriman tak bermasalah kemarin, hari ini saya nggak buka tuh,” katanya sambil terus mengecek barang-barang pesanan kliennya dari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ada informasi bahwa Lantai LG ke atas di Blok B memang sengaja tidak dibuka hari Minggu untuk penghematan. “Kalaupun pedagang ingin buka hari Minggu tetap saja tidak bisa karena listrik dimatikan pengelola, itu yang saya dengar,” kata Hendra. Saya sudah mencoba konfirmasi ke pengelola gedung, tapi building management PT Prima Kelola Sukses belum menjawab pesan saya  di inbox FB-nya.

Danny, pengunjung dari Jambi mengaku kecele saat datang ke Tanah Abang hari Minggu itu. “Saya kira hari ini tambah ramai, ternyata malah banyak yang libur, besoklah saya ke sini lagi, sekalian melihat-lihat Pasar Tasik,” katanya agak kecewa.

Namun demikian, sesepi-sepinya Pusat Grosir Tanah Abang, tetap saja akan lebih ramai dari pasar manapun di tanah air, karena Tanah Abang memang punya magnit yang kuat sebagai pusat grosir tekstil dan garmen. “Terutama harganya yang masih saja tetap lebih murah dibanding pusat-pusat grosir lainnya di Jakarta,” ujar Ariadi, pedagang dari Bekasi, Jawa Barat, yang sekali dua minggu pasti ke Tanah Abang berbelanja untuk tokonya di Pondok Timur Indah, Bekasi.

Nederlands: Repronegatief. Batavia, Pasar Tana...

Nederlands: Repronegatief. Batavia, Pasar Tanah Abang (Photo credit: Wikipedia)

 

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s