Produk Cina Menyerbu, Produk Lokal Tetap Eksis

English: Tanah Abang Market. One of the city's...

English: Tanah Abang Market. One of the city’s flood canals bisects the old and new buildings of Tanah Abang. On the right is motorcycle parking, right next to the shops. Bahasa Indonesia: Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat (Photo credit: Wikipedia)

Tanah Abang—Meski gencar diserbu masuknya produk-produk tekstil dari China, produk lokal di Pusat Grosir Tanah Abang tetap eksis dan berjaya, terutama di Blok F dan F1.

Yoe Sanusi, pemilik toko Baalego di Blok F1, Lantai 2, Los DKS No.12 mengatakan di Blok F1 tak ada produk China. “Di sini setahu saya lokal semua, kecuali di Blok A dan Blok B, memang banyak produk China, terutama untuk kaos, pakaian remaja dan pakaian anak-anak, seperti yang terlihat di Lantai Ground Blok A atau di Jembatan,” kata pedagang dan pemilik konveksi yang mulai berdagang di Tanah Abang tahun 1998.

Yoe mengakui China juga sudah banyak memproduksi busana muslim, tapi kata dia produk lokal masih lebih disukai kalau untuk busana muslim. “Produk Tasikmalaya dan seputaran Jakarta sendiri masih lebih diminati,” kata pedagang yang sudah memiliki merk sendiri ini.

Produk China gencar menyerbu Pusat  Grosir Tanah Abang sejak 5 tahun terakhir. Pengusaha Sofyan Wanandi pernah menyebut 70 persen produk garmen dan tekstil di Pusat Grosir Tanah Abang diimpor dari China. Yoe Sanusi mengiyakan. “Mungkin begitu, produk mereka memang lebih murah, itu karena diproduksi secara massal, dalam artian benar-benar massal, pabriknya saja bisa sebesar dua kali lapangan bola, belum mesin-mesinnya, rata-rata keluaran terbaru dan super modern,” tambah Yoe yang sudah dua kali meninjau langsung ke Seng Zhen China.

Namun menurut Yoe murah saja tidak cukup. “Pembeli di Indonesia ini sepertinya punya selera sendiri yang tampaknya belum ditemukan oleh produsen di China, yang mungkin terkait selera berpakaian, pola, cuaca dan sensitivitas kulit, tidak tahu juga saya, tapi adalah pokoknya, sehingga produk lokal tetap lebih diminati,” kata pedagang yang produk-produk  bermerknya, Aristya, sering dipopulerkan oleh artis Astri Ivo ini.

Tanah Abang, Jakarta

Tanah Abang, Jakarta (Photo credit: zulrosle)

Bukti bahwa produk lokal masih eksis terlihat dari masih maraknya apa yang disebut Pasar Tasik. Setiap hari Senin dan Kamis ratusan mobil box, innova, avanza, xenia, rush, apv berkonvoi dari Tasikmalaya dan Majalengka, Jawa Barat. “Mereka tiba subuh, shalat sebentar lalu mulai berdagang di mobil, jam 11 udah tutup,” ungkap Jidah Nazwa Nayla, pedagang perlengkapan shalat yang membuka kios di Blok B, Lantai B1, Los D, No.71. Pedagang dengan nomor polisi D ini juga meramaikan Thamrin City, yang masih dekat dengan Tanah Abang. “Bedanya yang di Thamrin City buka tiap hari dan sampai jam 16.00 sore,” ujar Jidah lagi. Selain itu mereka juga ada di area parkir Lantai 5 Blok F, yang setiap Senin dan Kamis sengja dikosongkan PD Pasar Jaya untuk mereka dengan nilai sewa sampai Rp20 juta setahun.

Namun yang teramai memang Pasar Tasik dari depan Stasiun Tanah Abang, kawasan Jati Baru sampai ke Jl.Kebon Jati dan Jl. Jati Bunder yang jugadisebut Jl. Jembatan Tinggi. Deretan mobil yang sekaligus toko tersebut menambah padat jalan dan meningkatkan kemacetan di depan markas Pemadam Kebakaran Tanah Abang.

Produki lokal juga banyak berdatangan dari Pekalongan, Jawa Tengah, terutama untuk produk batik. “Batik masih didominasi Pekalongan, ada juga sih batik yang katanya buiatan Malaysia, tapi nggak banyak,” tambah Jidah.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s