Security Belum Naik Gaji

Pusat Grosir Tanah Abang, terutama Blok A, Blok B dan PGMTA memiliki tenaga security terlatih, maklum mereka berasal dari pensiunan POLRI, TNI dan preman Tanah Abang yang sudah terbiasa dan terlatih menghadapi berbagai macam situasi dan kondisi keamanan. Secara rutin mereka juga mengikuti pelatihan di Polda Metro Jaya untuk menambah keterampilan dan mengasah kepiawaian dalam mengatasi dan mengantisipasi masalah-masalah keamanan. Jumlah mereka di tiga blok modern Pusat grosir Tanah Abang ini juga cukup banyak, itu bisa dilihat dalam apel rutin setiap pagi di pelataran parkir masing-masing blok. Mereka juga gampang ditemui saat berpatroli dalam pasar

Blok F1 agak berbeda.Tenaga securitynya sedikit dan jarang terlihat.Salah satunya bertugas di Lantai 2 Los DKS.Namanya Amiruddin (53) tapi para pedagang memanggilnya Tatang.Tatang suka duduk di samping eskalator dan mengawasi semuanya dengan matanya yang tajam.Meski bertampang sangar Tatang cukup ramah dan mau melayani siapa saja yang mau mengajaknya ngobrol.Terutama kalau menyangkut soal-soal keamanan dan sejarah pasar yang sudah sejak muda diakrabinya.

Tatang adalah keponakan Bang Ucu Kambing dan cucu Bang Uci, dua tokoh masyarakat yang disegani di Tanah Abang.Dia dulu tenaga security di Blok A, tapi setelah pusat grosir itu terbakar tahun 2003 Tatang dipindah ke Blok F1.Meskipun termasuk tokoh di Tanah Abang Tatang mengaku tak suka anggar jago.“Saya terima duit bersih saja, tak mau macam-macam, apalagi malakin pedagang.Uang seperti itu tidak berkah.Saya selalu ingat pesan Ncang dan Engkong saya agar tidak mendapat duit dari sumpah serapah orang,” katanya menyebut ulah sebagian kelompok preman yang hidup dari hasil memalaki para PKL di jalan-jalan.

Padahal Tatang dikenal sebagai jagoan yang berangasan di kawasan tempat tinggalnya Jl. Lontan Bawah.Dia pernah mengamuk di Jati Bunder dan membuat takut warga setempat gara-gara ada yang mengusiknya saat minum-minum bersama teman-teman.‘Hanya sekali itu, sesudah itu tak pernah kok,” katanya agak malu ketika disebutkan soal aksi umbar kemarahannya itu.

Saking tak mau bertingkahnya, Tatang juga tak mau mempersoalkan gajinya yang sudah belasan tahun tidak naik-naik dan tak sesuai dengan UMR DKI Jakarta. “Gaji saya masih Rp 700.000 sebulan, teman di Blok A, Blok B dan Metro Tanah Abang sudah Rp 2,2 juta, saya tak tau kenapa,” katanya.

“Kenapa tak diurus Bang?”

“Ah, biar sajalah, nanti manajemen juga tahu,” ucapnya enteng.

Untungnya Tatang sangat disukai oleh para pedagang di Blok F1. Ada saja yang memberinya  uang tip tanpa diminta. “Dia satpam yang baik, sejak ada dia kios kita aman, dulu banyak poencurian dan pembongkaran kios di sini,” kata Ratna Merry (45) salah satu pedagang di Los DKS.

Sebagai security senior Tatang terkenal pemberani. Meskipun jam kerjanya hanya sampai pukul 19.00 dia sering berada di Blok F1 sampai tengah malam. Padahal Blok F1 terkenal angker kalau malam.Tapi Tatang yang kadang-kadang malas pulang cepat, menghabiskan waktunya dengan menyatroni tempat kerjanya itu dari Lantai 1 sampai Lantai 7.

“Nah di Lantai 5 ntu, banyak jinnya, bawaan dari pemilik kios lama yang entah kenapa ditinggal aja,”katanya. Selain jin di Lantai 5 juga banyak tuyulnya. “Kalau saya datang mereka berlarian ke sana ke mari seperti anak tikus,” ungkap Tatang sambil mengajak menyaksikannya sekali waktu.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s