Anak Wilayah Tak Dapat Kios

ImageImagePemindahan PKL ke Blok G ternyata tak  memudahkan anak-anak wilayah untuk mendapatkan jatah kios di sana. Beberapa pedagang makanan  dan minuman ringan yang dulunya berjualan di Jl. Jati Bunder mengaku tak mendapat tempat, walaupun sudah bolak-balik mendaftar sambil membawa KTP dan KK.

“Saya membawa KTP dan KK tapi yang dapat justru pedagang dari Binjai, Padang, Tasikmalaya, saya yang asli Tanah Abang malah nggak kebagian kata Ruslan (37)  yang mengaku tinggal di Jl. Jati Bunder III belakang Pos Polisi Tanah Abang.

Anak wilayah adalah sebutan pemuda Tanah Abang terhadap dirinya.Menurut H. Abraham Lunggana atau H. Lulung, wakil anggota DPRD DKI Jakarta yang juga salah satu tokoh masyarakat di Tanah Abang jumlah mereka sekitar 7.000 jiwa. Selama ini mereka hidup dari jasa parkir dan kutipan uang keamanan atas lapak-lapak PKL  yang memenuhi jalan raya di Tanah Abang seperti Jl. Jati Baru, JL. Kebon Jati, Jl. Jati Bunder, Jl. K.H. Mas Mansyur, Jl. K.H Wahid Hasyim, dan Jl. H. Fachruddin. Sebagian ada yang membuka lapak makanan dan minuman kemasan seperti Ruslan .

Selain berjualan makanan dan minuman dalam kemasan, Ruslan juga berdagang petasan dan kembang api di bulan Ramadhan. “Tanah Abang terkenal dengan keramaian pasar petasan dan kembang apinya, bahkan boleh dibilang lebih rame dibanding pesta kembang api di Monas,” katanya bangga. Petasan dan kembang api yang dijualnya dibandrol Rp 5.000 – Rp 250.000.

Kini Ruslan tak bisa lagi berjualan di jalanan atau di Blok G seperti PKL lainnya.Dagangannya dipindah ke rumahnya di gang sempit di Jl. Jati Bunder III.“Pusing jadinya,” katanya. Ruslan berharap masih bisa membuka lapak parkir seperti dulu, tapi harapannya itu sepertinya susah terwujud, karena Pemda DKI kini sangat tegas menegakkan peraturan daerah.

Ketika dikatakan bahwa Pemda DKI akan mencarikan solusi untuk anak-anak wilayah, Ruslan merengut. “Jadi security gajinya berapalah Bang? Paling tinggi 2,5 juta, nah penghasilan saya yang biasa jauh di atas itu, lagipula apa semuanya mau dijadikan security, mau ditempatkan di mana?” katanya letih.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s