Cina Penipu Anak Buah TW

 

ImagePenampilannya rapi, tubuhnya sedikit gemuk berisi, wajahnya klimis dan pembawaannya sok akrab. Itulah Alex, seorang keturunan Tionghoa. Tapi tak seperti etnis Tionghoa lazimnya, Alex sangat banyak omong, terutama kalau menyangkut TW, Tommy Winata, taipan pemilik jaringan Bank Artha Graha dan konon sebagian saham di Blok A dan B Pusat Grosir Tanah Abang.

Jadi berceritalah Alex di bangku-bangku depan warung Agus di Jati Bunder VII. “Saya ini anak buah kesayangan Boss TW, saya kalau ke Bank Artha Graha di Tanah Abang selalu langsung dipersilakan masuk ke ruang kepala cabang lalu santai mendengarkan musik selama saya mau,” katanya.

Selain terus berucap tentang TW dia juga menraktir siapa saja yang nimbrung minum teh botol atau coffemix atau makan kacang plocos. “Ambil saja saya yang bayar,” katanya.

Ketika tahu saya sedang mengumpulkan data tentang Tanah Abang untuk disusun menjadi buku, dia langsung menawarkan.“Minta bantuan Boss TW aja, ini jalan kampung juga bisa disemen boss, minta aja nanti saya antar,” katanya sambil terus nyerocos.

Bukan cuma itu, Alex juga menaksir semua barang elektronik dalam  rumah Agus. “Itu TV udah lama, radiotapenya juga udah ketinggalan, laptop si Mumun udah model lama, tapi BB-nya bagus, lima jutaan ya harganya?” selidiknya sambil mengeluarkan tablet miliknya. Selagi istri Agus terlongong-longong mendengar ucapannya yang terus saja mengalir seperti air Kali Krukut saat banjir, dia menambahkan, “Ganti saja semua, saya punya toko elektronik di Glodok, tinggal telpon besok barang diantar,” ujar dia langsung menelpon seseorang.

“Iyaa, ntar lu siapin TV Samsung 29 inch dan tapedeck Polytron terbaru, mau gua tukar tambah dengan teman baru gua di Tanah Abang, nanti gua kasi tau alamatnya, lu antar besok ya,” katanya tanpa menunggu persetujuan yang punya barang terlebih dulu.

Begitulah sampai jauh malam dia ngoceh terus, dari pentolan orang Madura di Kelapa Gading yang memotong leher preman Tanjung Priok dan kini jadi temannya sampai film-film bokep yang dibintangi Eva Arnas dan Grace Simon. Saya mulai berpikir pembual ini orang.Agus juga mulai gelisah. Ujung-ujungnya malam itu Alex numpang nginap semalam karena besok dia janji sama Agus untuk melihat rumah kontrakan Agus di Kemayoran. Dia mau ngontrak selama tiga tahun langsung untuk adik temannya yang sedang diburu-buru masalah utang-piutang.

Esok paginya Alex dan Agus berangkat ke Kemayoran, sorenya saat saya pulang istri Agus berbisik, “Pak Imran itu Cina penipu ternyata.”Ceritanya saat berangkat bareng Agus pagi-pagi dia minta turun di Jl. Jati Bunder dengan alasan mau menunggu anak buahnya yang mengantar TV dan tapedeck.Agus disuruh duluan ke Kemayoran, nanti dia susul. Terus dia kembali ke rumah Agus dan pinjam uang Rp 250.000 ke istri Agus dengan alasan kartu ATM-nya rusak, Dia berjanji akan mengganti dua kali lipat nanti saat melihat rumah dan membayar uang kontrakan di Kemayoran.  Nyatanya sampai tengah hari dia tak muncul-muncul di Kemayoran, juga sorenya.Dan dia ternyata juga tak membayar semua makanan dan minuman traktirannya tadi malam.

“Anak huah TW sialan, kalau ketemu lagi aku kampak kepalanya,” kata Agus jengkel saat pulang malam harinya.Tapi akhirnya dia ketawa mesem.“Sungguh saya tak pernah kepikiran ada orang Cina yang pekerjaannya menipu seperti dia, recehan lagi!” dengus Agus separo dongkol separo geli.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s