Copet Berjilbab di Pasar Tasik

ImageJangan mudah percaya pada penampilan, karena penampilan bisa menipu. Jilbab atau kerudung atau hijab adalah pakaian wanita muslim yang mengindikasikan bahwa pemakainnya adalah seorang muslimah yang tentunya diasumsikan bertabiat dan berakhlak baik, namun di Pusat Grosir Tanah Abang para pencopet menggunakan atribut ini justru untuk leluasa melakukan aksinya.

“Ya, siapa yang akan curiga pada wanita berjilbab,” kata Santi (25), pegawai Toko Baaligo di Blok F1 Lantai 2 Los DKS.  Jadi ketika serombongan wanita berjilbab merubungi tokonya untuk melihat-lihat dan menawar busana muslim yang dijualnya, Santi melayani dengan senang hati. Setelah sekian lama tawar-menawar transaksi tidak terjadi, karena harga gamis fashion di toko itu yang ditawarkan Rp 3,6 juta per kodi atau Rp 180.000 per potong dianggap kemahalan. Mereka pun pergi.Santipun kembali ke Blackberry Bold 9900 Dakota yang baru dibelinya dengan uang gaji pertama, yang tadi diletakkannya di rak bagian dalam.Tapi BB kesayangannya itu sudah raib bersama hilangnya rombongan wanita berjilbab yang cerewet menawar dan menanya ini itu di tokonya tadi.

Pengalaman saya pribadi di Pasar Tasik Jl. Jati Bunder hampir sama. Cuma yang ini tidak berombongan. Setiap Senin, waktu itu, Jl. Jati Bunder, Jl. Kebon Jati sampai ke Jl. Jati Baru di depan Stasiun Tanah Abang sarat dengan moko (mobil toko) ratusan pedagang busana muslim dari Tasikmalaya dan sekitarnya. Mobil toko itu diparkir berjejer di kanan kiri jalan dan selalu dipenuhi para pembeli sehingga sepenggal ruas jalan yang tersisa sangat parah macetnya. Berjalan pun susah, tidak bergerak maju sama sekali, bahkan mundur juga tak bisa..

Nah, saya mencangklong tas di pundak. Karena tak  menyimpan barang berharga di ransel, hanya HP Nokia Rp 200 .000 dan notes berisi catatan data Tanah Abang,  saya tak menaruh was-was, dompet dan HP Samsung Galaxy saya taruh di kantong depan celana seperti biasa. Saat langkah tersendat dikepung macet, saya menoleh juga ke belakang untuk berjaga-jaga, Cuma ada beberapa wanita berjilbab di belakang saya.Hmm, amanlah. Eh tahu-tahu setelah akhirnya saya sampai di Blok B 30 menit kemudian saya lihat riszleting tas terbuka dan HP serta notes telah lenyap. Setelah hilang baru saya sadar bahwa di Nokia murah itu tersimpan semua nomor kontak saya yang penting dan notes itu sendiri berisi catatan observasi dan wawancara saya selama 2 bulan di Tanah Abang. Artinya, kedua barang tersebut ternyata berharga sekali!  Dasar copet sialan!

Ternyata copet di Pusat Grosir Tanah Abang beragam polahnya, seperti diungkap Hj. Yuliwirda yang sudah sejak tahun 1980-an berdagang di Tanah Abang.  Mereka sering  berpakaian rapi, persis mahasiswa atau pegawai kantoran, atau berbusana muslim, dan beroperasi dalam kelompok. Sebagian mengalihkan perhjatian kita, sebagian merogoh atau menyilet kantong atau tas kita, katanya.

Jadi?“Di Tanah Abang jangan pernah percaya penampilan, penampilan bisa menipu dan menyesatkan,” tegasnya.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s