Sekarang Susah Nyari Kambing

ImagePerubahan perilaku Orang Betawi Tanah Abang juga berimbas pada perdagangan kambing.Menurut Bang Uci di zaman orang tuanya dan dia sendiri, kambing bisa didatangkan dari Wonosobo, Jawa Timur atau Lampung tanpa harus dibayar lebih dulu. “Hanya dengan salaman 7 truk kambing qurban kualitas bagus bisa diantar ke Pasar kambing sini, bapak saya dan saya juga bahkan tak perlu pergi ke Jawa Timur atau Lampung untuk menjemput kambing itu. Kepercayaan itu yang kita pegang teguh waktu itu,” katanya.

“Sekarang, boro-boro dapat kambing gratis, kalau tak dibayar lunas atau giro yang jelas jangan harap punya kambing untuk dijual jelang lebaran haji,” ujar Bang Uci yang pada Idul Adha tahun ini menjual 100 ekor kambing qurban. Penyebabnya adalah dirusaknya kepercayaan yang telah berlangsung lama itu oleh segelintir pedagang kambing baru.“Mereka tak membayar kambing yang dipesan, dan ngajak berkelahi kalau ditagih atau menghilang, akibatnya pemilik kambing tidak percaya kita lagi,” katanya lebih jauh.

Perubahan perilaku seperti ini, menurut Bang Uci, sangat disayangkan karena berimbas pada semua pedagang kambing yang sudah puluhan tahun membina hubungan dengan para pemilik kambing di Jawa Timur dan Lampung tersebut. “Tapi itulah, anak-anak sekarang tidak lagi berpikir jauh ke depan, asal dapat duit cepat aja, akibat buruknya nggak dikaji, akhirnya semua orang rugi,” sesal dia.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s