Situs-situs Penting di Tanah Abang: Pasar Kambing

Kambing dan warga Tanah Abang tak bisa dipisahkan. Itu kata Muhammad Yusuf Muhi atau Bang Ucu Kambing (65), salah satu dedengkot warga Betawi di Tanah Abang. Menurut dia sejak dulu orang Tanah Abang telah hidup dari jual beli kambing.“Apalagi setelah orang Arab banyak yang tinggal di Tanah Abang, makin jadi deh tuu,” katanya saat dikunjungi di rumahnya Jl. Kebon Pala III Maret 2013 lalu.

Sebelum Pusat Grosir Tanah Abang terbakar dan meludeskan Blok A, B, C, dan D Februari tahun 2003, pasar kambing  berada di lantai dasar Blok F lama, yang kini menjadi Blok F1 dan Blok F2.  Tahun 2004, saat Blok A baru dibangun Pasar Kambing dipindah. Sebagian ke dekat Pasar Inpres Tanah Abang di Jl. Sabeni, Kebon Melati, sebagian lagi ke Blok G yang baru dibenahi.

“Waktu Pasar Kambing berada di Blok F, saya sampai nggak bisa makan minum di sini, karena baunya busuk sekali,” kata Fadhilah (46), salah satu pedagang di Lantai 2 Blok F1.Image

Tahun 2013 ketika Blok G dibersihkan kembali untuk menampung para PKL dari Jl. Jati Baru, Jl. Kebon Jati dan Jl. Jati Bunder pasar kambing dipusatkan seluruhnya ke Pasar Inpres Tanah Abang, termasuk rumah potong hewan (RPH) yang menyertainya, karena sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2007 tentang Pengendalian, Pemeliharaan dan Distribusi Unggas RPH tidak boleh berada dalam kota.

Dulu sebelum dipindahkan, pasar kambing merupakan ciri utama Blok G, selain preman dan PSK-nya. Masalahnya, bau kambing sangat kuat menguar dari dalam pasar. Bau itu mengalahkan bau selokan mampet yang membuat sebelah JL Kebon Jati di depan Blok G selalu tergenang air setinggi betis orang dewasa, karena di sepanjang trotoar yang ada di depan Blok G para pedagang juga menggelar lapak-lapak penjualan daging kambing, sapi, ikan, cumi, udang dan ayam. Bahkan menjelang sampai ke pintu selatan Blok B, terselip satu lapak pedagang kambing yang baunya sangat menyengat hidung.

Meski kata Bang Ucu Kambing, banyak yang lebih bau dari tahi kambing, aroma tengik kambing-kambing tersebut memang sangat jomplang dengan mata dagangan utama di Pusat Grosir Tanah Abang, yakni aneka produk tekstil dan garmen, karena itu sangatlah pas memindahkan Pasar  Kambing, apalagi jika rencana Pemda DKI untuk menjadikan Pusat Grosir Tanah Abang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di DKI Jakarta mau direalisasikan, jelas wisata agak susah matching dengan bau kambing, kecuali kambingnya sudah berubah wujud menjadi sate kambing, sop kambing, tongseng kambing atau kambing guling. Kalau itu lain cerita…

Di Pasar Kambing Jl. Sabeni para pedagang kambing membuat lapak berupa kandang-kandang dari bambu berlantai papan atau bambu juga atau tanpa alas sama sekali, langsung tanah saja. Setiap  lapak diisi dengan 20 – 40 ekor kambing. Saat ini sedang dibangun beberapa lapak semi permanen untuk tempat pemotongan. Namun menurut H Sanusi Saleh atau Bang Uci (69) keberadaan Pasar Kambing kini juga sedang dipermasalahkan oleh para pedagang Pasar Inpres, karena limbah dan baunya.

Dikatakan Bang Uci, dulu tahun 2004, ketika dipindah ke dekat Pasar Inpres, Pemda DKI menjanjikan pembangunan Pasar Kambing yang sehat dan memenuhi standar kebersihan dan kesehatan lingkungan, termasuk masalah pembuangan limbah dan drainase. “Nyatanya sampai sekarang janji tinggal janji, malahan sekarang bebannya nambah,” sindirnya.

1 Comment

  1. Bisnis jual beli pakaian dengan membuka sebuah Toko Grosir Baju Muslimah sangat mengiurkan karena keuntungan yang didapat sangat banyak. Kenapa bisnis toko baju grosir banyak diminati ? Selain menguntungkan, karena pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus dan mau tidak mau harus dipenuhi. Di samping itu pakaian sendiri merupakan komoditi yang selalu berubah-ubah dalam design dan harganya pun sangat bervariatif. Bisnis jualan baju dengan membuka Toko Baju Grosir sangat erbeda dengan bisnis yang lain, karena pakaian sendiri dapat bertahan lama atau awet


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s