Situs-situs Penting di Tanah Abang: Mesjid Al Makmur

ImageSitus penting di Pusat Grosir Tanah Abang lainnya adalah Mesjid Al-Makmur. Mesjid ini tumbuh bersama Pasar Tanah Abang, meskipun usianya lebih tua 31 tahun—dibangun tahun 1704–dari Pasar Tanah Abang yang dibangun tahun 1735. Cikal bakal Mesjid Al-Makmur yang berlokasi di Jl. K.H Mas Mansyur No.6 ini adalah sebuah mushala atau langgar berukuran  12 X 8 meter yang dibangun oleh KH. Muhammad Asyuro. bangsawan keturunan Kerajaan Mataram yang menyerbu Batavia tahun 1628. Kedua anak KH Muhammad Asyuro–KH.Abdul Murod Asyuro dan KH. Abdul Somad Asyuro–meneruskan aktivitas dakwah ayah mereka serta pembangunan Mesjid Al-Makmur sampai  masuk ke abad 20.

Berdirinya Pasar Tanah Abang tahu 1735 memicu pertambahan penduduk di kawasan Tanah Abang yang dengan sendirinya ikut menambah jumlah jemaah Mesjid Al-Makmur. Langgar itu terasa sempit oleh banyaknya umat yang melaksanakan ibadah di dalamnya. Atas inisiatif  tokoh masyarakat Tanah Abang keturunan Arab–Habib Abu bakar bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Habsyi–tahun 1915 langgar diubah menjadi masjid besar berukuran 44 meter  x 28 meter. Perluasan dimungkinkan karena adanya tanah wakaf dari Habib Abu bakar. Hebatnya arsitektur mesjid dibuat oleh seorang arsitek Belanda.

Mesjid yang dibangun di atas tanah wakaf seluas 1.142 m2, ini kemudian diberi nama Al-Makmur. Habib Abu Bakar Alhabsyi adalah salah seorang pendiri rumah yatim piatu Daarul Aitam di jalan yang sama. Biaya pembangunan masjid ini sebesar f 35.000 juga  ditanggung sendiri oleh Habib Abu Bakar. Itu sebabnya mengapa dalam struktur badan pengurus Yayasan Misigit Djemat Tanah Abang Al-Mansoer (1914) selalu terdapat empat anggota keturunan Arab dan tiga orang muslim lainnya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk ungkapan terima kasih yang sangat besar atas jasa-jasa sang habib.

Tahun 1932 Mesjid Al-Makmur diperluas ke arah utara seluas 508 m2. Perluasan di atas tanah wakaf Salim Bin Muhammad bin Thalib itu, pada tahun 1953 ditambah pula dengan sebidang tanah milik mesjid di bagian belakang seluas 525 m2, sehingga luas total mesjid menjadi 2.175 m2. Ketika masih ada kuburan wakaf–kini jadi rumah susun Tanah Abang– warga keturunan Arab yang meninggal dimakamkan di kuburan tersebut setelah jenazahnya dishallatkan di Mesjid Al-Makmur. Kini masih terdapat 3 kuburan yang dikeramatkan di dalamnya, dan para peziarah masih sering mendatanginya.

Arsitektur mesjid ini menyerupai arsitektur mesjid di Timur Tengah. Bangunan kubah utamanya berwarna hijau. Kesan klasik mencuat di dalamnya, karena kusen pintu dan jendela bergaya arsitektur abad ke-17.

Bagian bawah mesjid berbentuk segi empat yang mengecil di bagian atas menyerupai topi bishop atau kupola.Sedangkan puncak kedua menara yang mengapit kubah utama berbentuk bawang seperti lazimnya kubah-kubah mesjid di mana-mana. Posisi kubah dan sepasang menara tersebut menyerupai bentuk arsitektur mesjid di Asia Barat di mana pintu masuk utamanya diapit oleh dua menara tinggi.

Bangunan masjid Al Makmur menerima penghargaan Sertifikat-Sadar Pemugaran 1996. Mesjid ini dapat menampung 5.200 jamaah dan masih sering digunakan sebagai tempat musyawarah bagi Pemda DKI dan tokoh-tokoh masyarakat Tanah abang, seperti yang terlihat saat Pemda DKI menertibkan Pasar Tanah Abang Agustus 2013. Sebelum penertiban dilakukan mesjid yang sangat bersejarah bagi warga Tanah Abang dan Kota Jakarta ini merasa dihimpit lapak para PKL dan area parkir liar yang dikelola oleh ‘anak-anak wilayah’. Kini sosoknya yang cantik sudah bias dinikmati kembali seutuhnya, kecuali halamannya yang terasa sempit akibat proyek pelebaran jalan dan pembuatan underpass K.H. Mas Mansyur beberapa tahun lalu.Image

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s